Sejarah Singkat

Pendirian Institutum Theologogicum Ioannis Mariae Vianney Surabayanum ( IMAVI ) tidak bisa dilepaskan dari peran Msgr Vincentius Sutikno Wicaksono yang memiliki harapan bahwa pendidikan calon Imam untuk Keuskupan Surabaya dilaksanakan wilayah Keuskupan Surabaya. Harapan ini pun terkabul ketika tahun 2008 Bapak Uskup menghendaki untuk diselenggarakan pembinaan masa Tahun Rohani di Jatijejer Trawas, Mojokerto. Tentu saja, konsekuensi dimulainya pendidikan Imam di Keuskupan Surabaya ini berdampak pada tempat Formasio Intelektual para calon Imam dilangsungkan di Fakultas Filsafat Universitas Widya Mandala.

Setelah itu, sebagai calon Imam yang membutuhkan studi teologi, Keuskupan Surabaya perlu pula menyiapkan suatu Lembaga untuk memenuhi formasi teologi para calon imam. Tepatnya, tahun Akademik 2011/2012 ketika sejumlah frater yang telah menyelesaikan S-1 di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi STFT Widya Sasana berpindah untuk menempati Seminari yang baru di kota Surabaya, maka Seminari mendirikan Program Studi Teologi yang diselenggarakan di Balai Paroki Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya sejak 1 Agustus 2011. Sejak pertengahan Oktober 2011, perkuliahan diadakan di Gedung baru Seminari Tinggi Providentia Dei di Pakuwon City. Fakultas Filsafat yang semula diselenggarakan di Jalan Dinoyo 42 sejak Januari 2012 juga diselenggarakan di Seminari. Pada tahun berikutnya, yaitu tahun Akademik 2012-2013, 3 jenjang pembinaan secara lengkap telah dapat diselenggarakan. Masing- masing yaitu Teologan I, terdiri dari 4 frater dan 2 mantan frater, yang sedang menyelesaikan tahun ke 4 program S1 Fakultas Filsafat Widya Mandala konsentrasi Filsafat Kristiani; Teologan II terdiri dari 1 frater lulusan S1 STFT Malang tahun 2012 pindahan dari Seminari Tinggi Santo Giovanni XXIII dan 1 frater Angkatan sebelumnya (Teologan II tahun Akademik 2011-2012) yang harus mengulang di Teologan II; Teologan III, terdiri dari 8 frater yang tahun sebelumnya berada di teologan II.

Pada 2 tahun pertama (2011-2013), Prodi dibantu oleh Rm. V. Indra Sanjaya Tanureja dari Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta, yang mengajar Kitab Suci. Sejak Tahun 2013-2014 semua dosen pengajar berasal dari Surabaya, sebagian besar imam diosesan Keuskupan Surabaya.

Pada tahun 2017 ketika Rapat Kerja Dosen di Wisma Shallom Batu, disepakati bahwa Prodi Teologi perlu meningkatkan formasio intelektual di bidang teologi, sehingga prodi teologi kemudian diupayakan pendirian suatu Institut Teologi. Tepat pada tanggal 4 Agustus 2018, Institutum Theologicum Ioannis Mariae Vianney Surabayanum (IMAVI) didirikan dengan Dekret No. 358/G.113/VIII/2018, dan diresmikan pada tanggal 9 Agustus 2018 oleh Bapak Uskup Keuskupan Surabaya di Seminari Tinggi Providentia Dei, Pakuwon City, Surabaya. 


Visi & Misi

1. Visi

Menjadi suatu Institut Teologi Gerejawi yang memiliki habitus ketekunan, kepedulian dan daya cipta demi memperdalam pengertian iman Katolik dan melayani Gereja. 

2. Misi

a. Mewujudkan iklim pembelajaran yang berpusat pada Kristus dilandasi oleh prinsip-prinsip komunitas serta semangat kemuridan Kristiani

b. Memberikan pembinaan dasar berteologi bagi para calon imam, awam dan religius Kristiani yang sedang mempersiapkan diribagianekapelayanangerejawi. 

c. Menyelenggarakan penelitian di bidang teologi dengan focus pada kajian pastoral, katekese, dan liturgi.

d. Menyelenggaraan pengabdian masyarakat Indonesia melalui kajian-kajian ilmiah sosial masyarakat menurut perspektif Kristiani. 


Prinsip Penyelenggaraan: 

a. Sebagai program akademik di bidang ilmu-ilmu gerejawi,Institutum Theologicum Ioannis Mariae Vianney Surabayanum (IMAVI) berada di bawah wewenang yurisdiksi Uskup Surabaya sebagai Kanselir, sedangkan penyelenggaraannya merupakan tanggung jawab dari Praeses IMAVI dibawah pengawasan Rektor Seminari Tinggi Providentia Dei Keuskupan Surabaya.

b. Praeses dibantu oleh wakil-wakil dan para dosen yang mengampu aneka mata kuliah.

c. IMAVI dikelola dengan administrasi tersendiri, dalam koordinasi denganDewanPengurus.

d. Kebijakan penyelenggaraan studi-studi gerejawi melibatkan Dewan Dosen sebagai perangkat akademik formal.

e. IMAVI terbuka bagi partisipasi dan kerjasama dengan pihak- pihak lain untuk melaksanakan misinya.

f. Sebagai Institut milik Keuskupan, IMAVI mengambil bagian dalam karya pastoral Gereja, khususnya Keuskupan Surabaya. 


Keterkaitan dengan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala 

a. Secara khusus, Institutum Theologicum Ioannis Mariae Vianney Surabayanum bekerjasama dengan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Fakultas Filsafat sendiri,meskipun terbuka bagi masyarakat umum,sejak awal dimaksudkan untuk menyediakan pendidikan filsafat dan teologi bagi para calon imam yang dibina di Seminari Tinggi Providentia Dei, dengan konsentrasi pada filsafat Kristiani (Keilahian).

b. Bagi kepentingan IMAVI, kerjasama diupayakan berkenaan dengan penyelenggaraan perkuliahan dan hal-hal pendukung lain, sehingga studi-studi gerejawi, yang secara integral mengandaikan adanya studi filsafat, dapat terselenggara dengan baik. Bagi kepentingan Fakultas Filsafat kerjasama dimaksudkan agar penyelenggaraan mata kuliah konsentrasi filsafat Kristiani (Keilahian) dapat terselenggara dengan baik. 


Ciri Khas Program dan Landasan Kurikulum 

a. IMAVI menyajikan program studi teologi dasar, meliputi semua matakuliah institusional serta pengantar umum dalam metodeilmiah di bidang teologi, yang setara dengan program bakalaureat teologi (bdk. Veritatis Gaudium, art. 74a).

b. Program bakalaureat disusun untuk masa studi 5 tahun atau 10 semester dengan pola sebaran matakuliah tertentu, baik filsafat maupun teologi. 

c. Kurikulum disusun sesuai dengan semangat KHK 1983, kan. 248-256 tentang pendidikan doktrinal di seminari tinggi, serta merujuk pada Ratio Fundamentalis Institutionis Sacerdotalis (2016), khususnya art. 153-186, serta Konstitusi Apostolik Veritatis Gaudium (2017) art. 37-44 beserta Norma- norma khusus art. 69-76.

d. Kurikulum juga disusun dengan kepekaan terhadap konteks sosial kemasyarakatan, dan berorientasi untuk menanggapi kebutuhan Gereja di Indonesia.

e. IMAVI juga menyajikan progam Diploma Teologi Pastoral yang mempersiapkan calon imam, imam maupun awam dapat berkarya di dunia pastoral secara kritis, reflektif, holistik sesuai dengan ajaran Magisterium Gereja.

f. Program Diploma Teologi Pastoral disusun untuk masa studi 1 tahun atau 2 semester dengan pola sebaran matakuliah tertentu dengan suatu Tugas Akhir. 


Profil Lulusan, Kompetensi Lulusan dan Capaian Pembelajaran 

a. Profil Lulusan

Profil lulusan yang dimaksud di sini adalah gambaran umum pribadi yang diharapan oleh IMAVI atas mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan siap bekerja di tengah Gereja dan masyarakat.

Profil lulusan IMAVI adalah pribadi Kristiani yang memiliki pengetahuan Iman Gereja dan mampu mengembangkannya serta mengkomunikasikannya dengan ketekunan, kepedulian dan daya cipta dalam bentuk tulisan dan lisan. Mereka diharapkan melayani Gereja dengan jiwa misioner dengan ketaatan iman. 

b. Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran (learning outcomes) yang dimaksud di sini adalah internalisasi dan akumulasi pengetahuan, ketrampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur di IMAVI. 

Capaian pembelajaran mencakup: 

A. Kemampuan Umum

  1. Mampu memahami pengetahuan iman Gereja secara utuh.
  2. Mampu mengomunikasikan pengetahuan iman tersebut secara lisan, tertulis atau dengan menggunakan media komunikasi lain.
  3. Mampu memberikan pelayanan sesuai dengan perannya dalam Gereja dengan jiwa misioner dan ketaatan iman.

B. Kemampuan Khusus

  1. Mampu mengembangkan gagasan dan ketrampilan dalam karya pastoral di Gereja maupun masyarakat.
  2. Mampu berdialog dengan agama-agama lain maupun pemikiran- pemikiran lain dengan memberikan penjelasan yang benar mengenai iman Katolik.
  3. Mampu menjalankan tugas-tugas katekese dan liturgi secara praktis, termasuk dalam memberikan pendampingan umat di bidang ini.

C. Penguasaan Pengetahuan

  1. Menguasai konsep-konsep dasar dalam cabang-cabang pokok filsafat (Metafisika, Epistemologi, Etika, Estetika), Sejarah Filsafat (Filsafat Timur, Filsafat Yunani Kuno, Abad Pertengahan, Modern, Kontemporer, dan Mazhab-mazhab Filosofis), dan kajian-kajian filsafat lainnya (Filsafat IlmuPengetahuan, Filsafat Kebudayaan, Filsafat Politik, dll.)
  2. Menguasai konsep-konsep dasar dalam cabang-cabang pokok teologi Sumber (Kitab Suci, Sejarah Gereja, dan Patrologi), Teologi Sistematis (Teologi Fundamental, Teologi Dogmatik, Teologi Moral dan Spiritual), dan Teologi Praktis (Liturgi, Hukum Gereja, Teologi Pastoral, dan Misiologi)
  3. Menguasai penerapan Iman melalui karya pastoral (Pastoral Katekese, Pastoral Moral, Pastoral Liturgi, dan Pastoral Sosial), dengan memanfaatkan ilmu-ilmu filsafat dan teologi