Deskripsi: Ardas Keuskupan Surabaya mencita-citakan kehidupan Gereja yang berpusat pada Kristus, yang dibangun dalam hubungan kemuridan dengan Dia sebagai pusat dan Gurunya. Maka pada semester I ini program studi diarahkan pada pengenalan yang makin mendalam akan pribadi Yesus Kristus sebagai pusat hidup dan acuan persekutuan murid-murid-Nya. Siapakah Yesus itu? Bagaimana pribadinya? bagaimanakah asal-usulnya? Apa program hidup dan tujuan perutusan-Nya? Apa yang Ia wartakan dengan sabda-Nya, dan yang Ia bagikan dengan hidup-Nya? Dan bagaimana Dia merealisasikan semua itu hingga hidup-Nya di dunia berakhir? Bagaimana Gereja, persekutuan murid-murid-Nya, pada abad-abad pertama menegaskan iman akan Yesus Kristus sebagai Putera Allah yang datang ke dunia untuk keselamatan kita? Bagaimana kita yang hidup di zaman sekarang ini menyikapi kontroversi yang diwacanakan tentang Yesus? Bagaimana beriman kepada Yesus dalam dunia yang makin modern di satu sisi namun penuh keprihatinan di sisi lain? Bagaimana mengimani-Nya dalam konteks berbangsa yang majemuk, dalam kondisi kita sebagai kelompok kecil di tengah masyarakat yang beraneka iman dan keyakinan? Pertanyaan-pertanyaan di atas akan dicoba didalami dan ditemukan jawabannya dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat ceramah disertai tanya jawab dengan pengajar yang menguasai bidangnya. Namun agar seluruh program ini dapat dipahami dengan lebih tepat kerangka dan sasarannya, yaitu dalam kerangka studi yang bersifat teologis untuk memperdalam iman dalam konteks hidup menggereja, maka pada awal kursus diberikan pengantar tentang apa, mengapa dan bagaimana berteologi bagi kita sebagai warga Gereja di Indonesia dan Keuskupan Surabaya. Juga didalami hubungan khas antara iman dan wahyu Allah, serta iman dan pengetahuan manusia. Studi tentang misteri Kristus pada Semester I ini banyak menggunakan Kitab Suci sebagai rujukan atau sumber belajar. Selanjutnya, iman Gereja akan Yesus Kristus Putera Allah dan sungguh manusia didalami dengan merujuk pada rumusan pengakuan iman Gereja (Kredo). Kontroversi yang diangkat oleh berbagai pemerhati tentang Yesus dijawab dengan penjelasan Kitab Suci dan ajaran Gereja. Akhirnya, refleksi tentang beriman akan Kristus di zaman sekarang dikembangkan dengan memanfaatkan dokumen-dokumen Gereja universal, Gereja Indonesia dan Keuskupan Surabaya.