Bagi umat Katolik, Bunda Maria merupakan sosok yang penting. Umat Katolik sangat menghormati sosok Bunda Maria. Bagi umat Katolik menyakini bahwa Bunda Maria adalah bunda umat beriman, dialah orang yang paling dekat dengan Tuhan Yesus. Dalam keheningannya, menyimpan rencana keselamatan Allah yang besar bagi manusia. Lewat ketaatan Bunda Maria kepada kehendak Allah, karya Allah terwujud yakni lahirlah Yesus sang Juru Selamat dunia. Bunda Maria merupakan pribadi yang rendah hati dan selalu menyertakan segala sesuatu dalam naungan rencana Allah “Sesungguhnya aku hamba Tuhan; jadilah padaku menurut kehendak-Mu” Luk 1:38. Bunda Maria senantiasa taat kepada rencana Allah sampai akhir dengan tetap setia menemani Yesus yang menderita, wafat dan bangkit. 

Devosi kepada Bunda Maria ini sebenarnya sudah dilangsungkan sejak abad ke-13. Devosi Maria pada Bulan Mei ini semakin mendapatkan tempatnya yakni sejak tahun 1700-an dipopulerkan oleh para imam Yesuit yang kemudian menyebar sampai ke seluruh dunia. Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon, dan dipenjara. Di dalam penjara, Paus memohon dukungan doa Bunda Maria, agar ia dapat dibebaskan dari penjara. Paus berjanji bahwa jika ia dibebaskan, maka ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria. Lima tahun kemudian, pada tanggal 24 Mei, Bapa Paus dibebaskan, dan ia dapat kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal, dan ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception/Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda” pada tahun 1854, devosi bulan Mei sebagai bulan Maria akhirnya dikenal oleh Gereja universal.

Paus Paulus VI dalam surat ensikliknya, the Month of Mary mengatakan, “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati,” dan bulan Mei adalah kesempatan untuk “penghormatan iman dan kasih yang diberikan oleh umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Sang Ratu Surga. Sepanjang bulan ini, umat Kristen, baik di gereja maupun secara pribadi di rumah, mempersembahkan penghormatan dan doa dengan penuh kasih kepada Bunda Maria dari hati mereka. Pada bulan ini, rahmat Tuhan turun atas kita… dalam kelimpahan.” (Paus Paulus VI, the Month of May,1). Berdoa bersama Bunda Maria, merupakan kepedulian umat kepada Geraja universal dan menghormati Bunda Maria sebagai teladan pribadi yang beriman kepada Tuhan dengan sepenuh hari dan tidak gentar menghadapi penderitaan. 

Selamat memasuki Bulan Maria. Mari kita hadirkan Bunda Maria sebagai perantara doa-doa kita di tengah-tengah persoalan yang kita hadapi saat ini.  Tuhan memberkati. Amin