Yehezkiel Divo Maretio Mahasiswa Institutum Theologicum Ioannis Mariae Vianney [email protected] ![MUKJIZAT YESUS DAN MAKNANYA MENURUT INJIL MARKUS](//images.ctfassets.net/a1uad830l19w/1p9wcOBM7A9NzgV0sgdvPa/cfea4f51a8ff4a583df2310e15f11ffc/miracles-of-jesus1.jpg) PENGANTAR Suatu kali, ada seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus. Ia berlutut dan memohon bantuan Yesus, katanya “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Seketika itu pula, lenyaplah penyakit kusta yang dideritanya. Yesus telah mengulurkan tangan, menjamah si kusta, dan mentahirkannya. Perbuatan Yesus dengan menyembuhkan penyakit kusta itu dikenal sebagai salah satu mukjizat yang tertulis dalam Injil Markus 1:40-45, secara khusus mukjizat penyembuhan. Mukjizat memang telah dikenal secara luas oleh umat beriman. Mukjizat diyakini sebagai sesuatu yang berasal dari Allah sendiri, sebab sukar dijangkau oleh kemampuan akal budi manusia. Mukjizat kerapkali juga berkaitan dengan ketakjuban manusia akan kuasa Ilahi. Maka tak heran apabila pada zaman Yesus, banyak orang yang mencari mukjizat dan hendak mengalaminya sendiri sebagai pengalaman tanda kuasa Allah dalam diri sesorang. Banyak Orang berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat-mukjizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit (Yoh 6:2). Oleh sebab itu, pada zaman-Nya, Yesus tidak hanya dikenal sebagai guru, tetapi juga sebagai pembuat mukjizat. Berangkat dari kisah mukjizat di atas, penulis akan sedikit menguraikan makna mukjizat menurut Injil Markus. PENGERTIAN MUKJIZAT Kata mukjizat dalam bahasa Inggris disebut dengan Miracle. Miracle adalah suatu peristiwa atau kejadian yang berlawanan dengan hukum alam, karena efeknya melampaui daya atau kemampuan makhluk ciptaan. Mukjizat merupakan peristiwa (ajaib) yang sukar dipahami oleh akal budi manusia. Mukjizat cenderung dapat dirasakan melalui indera, namun sukar untuk dipahami oleh pemahanan atau nalar manusia begitu saja. Mukjizat diyakini dikerjakan oleh Allah. Hal tersebut hendak menandaskan bahwa mukjizat sebagai suatu hal atau peristiwa adikodrati, sebab melibatkan campur tangan Ilahi. Mukjizat terjadi seturut dengan penyelenggaraan Ilahi. Dengan demikian, Tuhanlah yang menjadi penyebab mukjizat. MUKJIZAT YESUS Dikisahkan dalam Kitab Suci bahwa Yesus mengadakan banyak mukjizat. Ia melakukan berbagai mukjizat di depan banyak orang. Walaupun kebanyakan orang Farisi dan ahli-ahli taurat tidak memercayai mukjizat Yesus, masih banyak orang yang juga percaya akan kuasa-Nya. Kuasa Yesus sungguh terlihat dalam berbagai mukjizat yang Ia lakukan. Mukjizat yang dilaksanakan oleh Yesus terdiri dari berbagai jenis, misalnya mukjizat penyembuhan. Mukjizat penyembuhan nampaknya menjadi kisah mukjizat yang banyak diceritakan dalam Injil Sinoptik dan beberapa juga di Injil Yohanes. Beberapa contoh mukjizat penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus ialah Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (Mat 8:14-17); Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta (Mrk 1:40-45); Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Mrk 2:1-12); Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan (Luk 8:40-56); Yesus menyembuhkan anak seorang pegawai istana (Yoh 4:46-53); dan lainnya. Selian mukjizat penyembuhan, Yesus juga mengadakan mukjizat pengusiran roh jahat, pengendalian alam, dan kuasa atas kematian. Sebagai contoh, kisah pengusiran roh jahat dikisahkan dalam Mrk 1:23-28 (Yesus mengusir roh jahat di Kapernaum), kisah pengendalian alam dikisahkan dalam Mrk 4:35-41 (Yesus meredakan angin rebut), dan kisah kuasa atas kematian dikisahkan dalam Mrk 5:21-43 (Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan). Beberapa kisah tersebut menunjukkan bagaimana kuasa Yesus dalam melaksanakan mukjizat. Akan tetapi, yang hendak dimaksudkan ialah bukan Yesus sebagi pembuat mukjizat, melainkan sebagai pewartaan akan Kerajaan Allah, dan Yesus yang senantiasa menaati kehendak Bapa-Nya. MAKNA MUKJIZAT YESUS Telah disebutkan dalam pernyataan dan keterangan di atas bahwa mukjizat Yesus tidak dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Yesus sebagai pembuat mukjizat, melainkan sebagai pewartaan akan Kerajaan Allah. Yesus memperlihatkan melalui perbuatan, dengan mengerjakan mukjizat, dan melalui perkataan, bahwa kerajaan iblis telah berakhir dan Kerajaan Allah dimulai. Tanda-tanda itu juga menunjukkan kegenapan nubuat para nabi tentang kedatangan Mesias yang telah dijanjikan. Meskipun banyak orang yang mengikuti Dia untuk menyaksikan mukjizat-Nya, bukan berarti mereka semua benar-benar memahami maksud mukjizat Yesus. Lantas apa saja maksud atau makna dari mukjizat Yesus? Makna pertama dari mukjijzat Yesus ialah tentang pewartaan akan Kerajaan Allah. Sebagai contoh, dalam kisah mukjizat penyembuhan dan pengusiran roh jahat, Yesus hendak memaksudkan bahwa Ia telah mampu mengalahkan berbagai penyakit dan penderitaan yang menjadi tanda akan kuasa-kuasa jahat yang menghalangi ditegakkannya pemerintahan Allah (2 Tes 2:6-8). Dengan perbuatan itu, Yesus menyatakan bahwa Kerajaan Allah yang diberitakan Yesus telah hadir dan berkuasa mengalahkan kuasa jahat yang merajalela dalam dunia manusia. Dengan demikian, pemerintahan Allah yang berkuasa sudah memasuki dunia ini, sebab jika Ia bersabda: “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Luk 11:20). Makna kedua dari mukjizat Yesus ialah untuk menunjukkan Kemuliaan Tuhan. Kemuliaan dan kebesaran Tuhan sendiri dinyatakan dalam berbagai mukjizat, misalnya dalam kisah mukjizat Yesus di perkawinan di Kana (Yoh 2), kisah-kisah penyembuhan, dan kisah-kisah kuasa atas kematian. Ia melaksanakan berbagai mukjzat itu bukan untuk sebuah kekaguman, melainkan karena dorongan belas kasih terhadap manusia. Ia hendak menunjukkan bahwa Ia adalah Tuhan. Melalui mukjizat-Nya, nyatalah kuasa Allah yang berkarya dalam perbuatan Yesus. Selain dua makna di atas, mukjizat-mukjizat Yesus juga memiliki makna-makna lain. Beberapa makna lain dari mukjizat Yesus ialah makna akan keselamatan manusia yang datang dari Allah, makna kebenaran akan ajaran iman dan moral, makna kesaksian akan kekudusan hidup, dan berbagai makna lainnya. Mukjizat Yesus juga hendak menunjukkan tentang kebaikan hidup dan terbukanya pintu untuk bertobat melalui pengenalan dan percaya kepada-Nya. KESIMPULAN Yesus telah melaksanakan berbagai mukjizat. Ia telah menyembuhkan banyak orang, mengusir roh-roh jahat, mengendalikan alam, dan membangkitkan orang. Mukjizat, suatu peristiwa adikodrati yang sukar dipahami oleh akal budi, telah menjadi tanda yang nyata akan kuasa dan kemuliaan Allah, yang tertulis dalam Kitab Suci. Tindakan Yesus melalui mukjizat ingin menegaskan bahwa apa yang Dia lakukan baik perkataan ataupun perbuatannya adalah semata-mata menjadi tanda pewartaan akan Kerajaan Allah bukan untuk menunjukkan kehebatan diri Yesus sendiri supaya mendapat pujian dari banyak orang. Mukjizat menjadi sarana keselamatan manusia dan tanda cinta Allah yang selalu menyertai manusia sehingga manusia semakain mengenal dan percaya kepada Allah. Mukjizat juga bukan semata-mata hal-hal yang besar yang terjadi pada hidup manusia, namun dengan hal sederhana Allah juga menunjukkan kuasa dan cintanya dalam hidup manusia sehingga manusia semakin mengenal dan percaya kepada Allah, seperti kehidupan yang berlangsung sehari-hari, perjumpaan dengan orang yang kita cintai, perjumpaan dengan orang baik, peristiwa kita ditolong orang pada waktu kita sangat membutuhkan bantuan dan bingung meminta bantuan kepada siapa. Segala sesuatu berkaitan dengan kuasa Allah yang terjadi pada manusia dan mengubah hidup manusia menjadi bermakna bagi hidup manusia sehingga manusia semakin percaya dan mencintai karya Allah yang turut ambil bagian dalam hidupnya itulah mukjizat yang sesungguhnya. SUMBER PUSTAKA Kii, J Bili, Panduan Membaca Injil Markus: Yesus Utusan Allah, Yogyakarta: Kanisius, 1993. Konferensi Wali Gereja, Iman Katolik, Jakarta: Obor, Kanisius, 1996. Marsunu, YM Seto, Markus: Injil Yesus Kristus - Anak Allah, Yogyakarta: Kanisius, 2012.